Image hosted by Photobucket.com

Monday, June 21, 2004

TERJADI LAGI...

Mugiharto melaporkan sejumlah dokter Rumah Sakit (RS) Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, ke Polda Metro Jaya, Jumat (18/6), dengan tuduhan melakukan kelalaian (malpraktik) ketika merawat Latifah, anak Mugiharto. Latifah, berumur lima tahun, meninggal dunia pada 17 Maret lalu setelah ditangani oleh beberapa dokter di RS itu.

Menurut Mugiharto, kasus itu berawal ketika Februari 2004 keluarganya menemui dokter Bambang yang sering merawat anaknya. Bambang mengatakan, anaknya memiliki gejala usus buntu. Mugiharto mengemukakan, sebelumnya anaknya sudah terkena demam, dan saat diambil sampel darahnya, ternyata terkena demam berdarah.

Korban lalu dirawat di RS Haji Pondok Gede atas anjuran Bambang yang berparktik di RS tersebut. Pada 29 Februari, dokter Bagus, ahli bedah RS tersebut mengunjungi Latifah dan menyatakan, kalau trombosit Latifah normal, anak itu harus segera dioperasi. Kalau tidak, bisa berakibat lebih parah.

Pada 9 Maret 2004, Bagus mengecek dan menilai korban layak dioperasi karena kondisinya sudah membaik. Bagus meminta persetujuan melakukan operasi. Mugiharto mendengar, dokter Bambang, ahli anak, kaget dan kurang berkenan dengan tindakan medis tersebut. Namun hal itu hanya diutarakan kepada perawat saja.

Akhirnya, kata Mugiharto, operasi dilaksanakan tanggal 10 Maret, dan sempat tertunda selama tiga jam. Hingga 11 Maret korban belum sadar. Dokter Gusti, spesialis syaraf, menilai bahwa pada batang otak korban terdapat cairan yang menyumbat dan katanya ada kemungkinan korban sebelumnya pernah mengalami benturan hingga lambat sadar.

Mugiharto heran terhadap perkembangan kesadaran anaknya pada beberapa hari kemudian. Ia melihat ada luka baru pada kaki kanan, tepatnya dekat mata kaki terdapat benjolan seperti terkena panas melepuh berisi cairan.

Dokter Bambang sempat berkata pada Mugiharto bahwa kondisi anaknya parah dan belum ada tanda-tanda untuk membaik. Latifah akhirnya meninggal pada tanggal 17 Maret 2004. Mugiharto merasa dirugikan oleh penanganan dokter di RS Haji tersebut. Ia melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. (Ant/Egi)

sumber kompas