Image hosted by Photobucket.com

Tuesday, October 19, 2004

CINTA BUTUH KECERDASAN 2..

Masa pacaran merupakan masa yang penuh gairah. kekuatan dua anak manusia sangat prima, sebagai ilustrasi setelah selesai makan,mereka pergi nonton.Selesai nonton, pergi clubbing. Pulang clubbing masih ada kekuatan yang menunggu untuk dimanfaatkan. Tetapi ketika suatu hari mereka telah lelah, lelah karena kerja, lelah karena rutinitas, lelah karena pasangannya, lelah terhadap kebutuhan biologis, apa yang akan terjadi? suara kesal dan marah akan lebih sering terdengar, sebelumnya suara lembut dan manja sekarang menjadi seperti auman harimau yang sedang marah. Dahulu haleluya sekarang halilintar..
Biasanya interaksi awal antara laki-laki dan perempuan kebanyakan bermula dari daya tarik "seks". Cinta akan tumbuh dari hubungan-hubungan selanjutnya *mau bukti main aja sabtu sore atau minggu sore ke Pondok Indah Mall atau Plaza Senayan banyak cewek and cowok cari kecengan* Oleh karena itu ada orang bilang bila laki-laki atau wanita setelah bercinta masih bisa saling mencinta, mengasihi, baru bisa dikatakan cinta sejati. Sama dengan ketika pasangan suami isteri suatu hari menjadi "suami isteri tanpa seks" *suami mengalami disfungsi ereksi kali ye* tapi bisa saling mendukung, saling mengasihi, tidak berpaling ke lain hati walaupun isterinya mulai gendut, tidak cantik dan tidak muda lagi baru bisa dikatakan cinta sejati...

Ada sebuah penelitian konon perempuan pekerja seks selalu harus menerima uang dulu sebelum "bertugas" padahal lelaki yang memakai jasanya toh tidak akan lari kenapa begitu?. Ternyata alasannya sederhana saja ketika laki-laki "bawahnya" keras, hatinya pasti lembek. Ketika bawahnya "lembek" pasti hatinya keras. Saat lelaki tersebut "selesai beraksi" ia akan merasa menyesal menghamburkan begitu banyak uang, bahkan merasa wanita didepannya kurang cantik dan kurang menarik. Semua bertolak belakang ketika "sebelum beraksi"..

Pada saat sudah memilih pasangan hidup dan suatu ketika perasaan lelah itu muncul, rasa bosan terhadap pasangan muncul, getaran cinta itu sudah mulai redup baiknya bila tidak berpikir dengan mengandalkan perasaan tetapi dengan menggunakan pikiran menggunakan kecerdasan *tetap komitmen kepada janji-janji pernikahan*