Image hosted by Photobucket.com

Saturday, June 26, 2004

FIRE DRILL


Lagi assik-assiknya nonton "paychecknya Ben affleck" dikamar, tiba-tiba alarm kebakaran berbunyi neng.neng.neng nggak berapa lama kemudian public announcement terdengar suara "attention all personnel this is a drill, don't panic! to all personnel please proceed to life boat station" seperti biasa gue sih standby aja diklinik tidak berapa lama kemudian datang telp dari control room:
gue:"clinic, doctor speaking"

dia:doctor "we have one casualty in warehouse,you and your stretcher team please proceed immediately to ware house"

gue:"okay"

Langsung aja gue ama team gue cabut ke warehouse oh ya..gue punya team ini terdiri dari 4 orang painter yang udah gue training untuk urusan angkat-mengangkat, mindah memindahkan korban..
Sampai di warehouse "goddamnn tenan" yang jadi korbannya gue taksir beratnya satu kuintal..one hundred kilograms bisa meleleh nih angkatnya mana team stretcher gue kecil-kecil lagi, ini sih ama aja ngerjain gue akhirnya gue bilang aja sama safety officer
gue:sir, we cannot lifting this patient because this patient very very heavy, we need two more man to assist us

dia:okay

Setelah gue dapat tambahan orang langsung aja gue angkat itu korban walaupun udah enam orang yang angkat dalam hati gue ngeluh juga "buset nih orang makan apaan ya berat banget kebanyakan makan lambchop kali ye" mana kita itu harus angkat dari main deck sampai klinik itu ada dua lantai lagi yang harus dilewati sebelum sampai klinik mudah-mudahan nih orang nggak jatuh pikir gue dalam hati kalau jatuh bisa complain, dari cuma drill bisa jadi betulan nih
Akhirnya sampai juga kita di klinik dengan sehat walafiat walaupun keringat bercucuran disertai sakit pinggang mudah-mudahan ngak ada lagi "korban" yang beratnya lebih dari ini..

Fire drill dilakukan untuk mempersiapkan semua personnel apabila ada kebakaran selalu bersikap tenang dan tidak panik agar semuanya selamat tapi gue yakin kalau terjadi kejadian sebenarnya pasti bakalan panik semua orang pasti kebingungan dan cari selamat masing-masing mudah-mudahan jangan sampai terjadi waktu gue on duty......



Friday, June 25, 2004

GO..AHEAD

Sebenarnya ini kejadian udah seminggu yang lalu..
dia:dok mau berobat..

gue:kenapa?

dia:anu dok..

gue: ia kenapa?

dia:anu dok..

gue:ia anu kenapa? dalam hati gue udah nebak pasti nih org yang tipical seperti gini pasti keluhannya masalah "perabotannya"

dia:saya kalau kencing sakit..

gue:sakit!langsung aja gue tembak langsung ada nanahnya ya..

dia:ia ada sedikit nanahnya..

gue:oke saya akan kasih obat tapi cerita dulu kronologisnya, gue paling seneng dengar orang cerita love affair..

dia:malam minggu kemarin saya kenalan ama cewek di bar cewek kerja di bar sebagai kasir setelah saya lakukan pendekatan dia mau saya antar pulang kmd aku ajak ML dia mau tanpa pikir 2x langsung aja aku go ahead..

gue:berapa ronde di go ahead..

dia:dua kali..

gue:makanya kalau mau go ahead ama orang baru dikenal pakai kondom, mulai kapan kencingnya sakit..

dia:udah tiga hari yang lalu cuma saya malu datang kesini..

gue:ya udah nih obatnya habiskan..awas ya selama minum obat ini jangan go ahead dulu selama dua minggu kalau ngak nanti bisa kambuh lagi.....

Dalam kehidupan "pengendalian diri" itu penting namun pengendalian diri mudah diucapkan tapi sulit untuk dilakukan apalagi kalau ada kesempatan seperti kata bang napi di rcti "waspadalah! waspadalah!" kejahatan terjadi bukan saja karena niat pelakunya tapi karena ada kesempatan..






Thursday, June 24, 2004

MY OFFICE..





Wednesday, June 23, 2004

GANTI BAJU...


Temans hari ini blog gue ganti kulit..setelah hampir satu harian nyari blogskin yang kira-kira hampir sama dengan gue punya "tipical" akhirnya ketemu juga yang cocok yaitu simple blue gue sendiri kagak ngarti kenapa diberi title simple blue sama yang "create"
pokoke gue acungkan dua jempol buat yang "create" dimana pun engkau berada hik.hik.hik loe kok jadi sedih..

Ngomong-ngomong soal biru gue bisa dikata "maniac freak" sama blue color bahkan 98 persen baju gue selalu didominasi warna biru..kadang gue suka dicomplain sama emak dirumah kok bajunya nggak pernah dicuci padahal dia kagak tahu gue punya 2-3 potong baju model beginian..

Balik lagi soal blog gue ucapkan buaanyak terima kasih ama temans yang telah meluangkan waktunya untuk sharing mengenai blog a.l fahrie "romantic doctor" yang pertama kali ngenalin gue blogger,budar "tukang radio" mbak juju yang punya "simplyju"
yanti yang punya "jalankenangan" dan terakhir kepada Tuhan YME yang telah memberikan taufiq dan hidayahnya.. weleh-weleh kok seperti menerima award aja ya....

Ya udah daripada gue ngomong ngalor ngidul sampai didisini dulu deh udah ngantuk nih...
eh terakhir nih sebelum gue tidur ada yang tahu nggak hilangkan title simple blue yang ada dipojok kanan atas blog gue ini....

INSPECTION DAY

Inspection day adalah sebuah kata yang bisa membuat gue deg-deg karena kerja gue selama ini dinilai atau diberi "ponten" sama supervisor gue apakah kerja gue selama 2 mingguan bisa dianggap "acceptable" ama bos atau cocok tidak laporan yang gue kirim selama ini dengan keadaan sebenarnya emang sih seharusnya gue harus selalu mempertahankan policy atau standard yang diinginkan oleh supervisor gue namun sering kali ada kesulitan ada "missmatch" antara keinginan bos sama keadaan di lapangan karena gue harus juga bekerja sama dengan orang lain nah keinginan orang lain itu sering berbeda dengan policy dari bos gue dan hal-hal ini sering kali menimbulkan ketegangan antara gue and orang tersebut...

Diluar hal diatas nih gue kirimkan posting tentang tempat kerja gue dulu sekali sebenarnya sih ini persoalan lama cuma baru sekarang di "blow up"
Ini salah satu contoh menandakan bangsa kita ini memang sekumpulan orang yang yang harus sering-sering di"inspeksi" baru bisa kerja benar upps sorry ngomongin soal bangsa orang gue sendirinya belum bener udah ngomongin soal bangsa....

sumber kaltimpost 19/6/04

SAMARINDA-Kondisi Rumah Sakit Umum Daerah dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan benar-benar mengecewakan Gubernur Kaltim H Suwarna AF.
Meski kunjungan kerja yang dilakukan ke RSKD kemarin bukan inspeksi mendadak alias sudah diketahui sebelumnya, tapi itu tidak membuat pihak pengelola rumah sakit sedikit berbenah.
Pukul 07.30 Wita (18/6) kemarin, Gubernur Suwarna beserta rombongan langsung menuju RSKD setelah malam harinya sempat menginap di Balikpapan sepulang kunjungan kerja ke wilayah Selatan Kaltim.
Rombongan yang tiba terlalu pagi, tak urung membuat sibuk jajaran manajemen RSKD, meski Direktur RSKD dr H Ridwan Masrun serta Wakil Direktur dr H Moch Subandi sudah bersiap menyambut Gubernur.
Memasuki ruang resepsionis, memang suasana rumah sakit terlihat cukup rapi. Namun Suwarna yang saat itu penasaran dengan kondisi rumah sakit yang cukup lengang, segera saja menelusuri beberapa lorong rumah sakit.
"Dokternya pada ke mana ini, kok belum datang?" tanya Suwarna kepada Ridwan Masrun. "Belum datang pak," jawab Ridwan singkat.
Sejurus kemudian Ridwan mencoba menawarkan Suwarna untuk memasuki ruang paramedis. "Mau masuk pak?" Ridwan menawarkan. "Nggak ada orangnya ngapain masuk," tegas Suwarna.
Sementara itu, beberapa petugas rumah sakit tampak tergopoh-gopoh membantu membersihkan lantai dan mengangkat jemuran yang sebelumnya terlihat di bagian balkon. Ada juga petugas yang sengaja mengunci pintu toilet supaya kondisi toilet yang kotor tak diketahui.
Suwarna kemudian menanyakan soal instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berkapasitas 2 meter kubik yang ada di rumah sakit tersebut.
"Semua rumah sakit di Balikpapan menggunakan IPAL RSKD pak," jawab Subandi, wakil dari Ridwan Masrun. Sayangnya alat pengolah limbah itu sudah tidak prima alias mengalami kerusakan. "Ya diperbaiki dong," ujar Suwarna dengan raut wajah kecewa.
Fasilitas setrika otomatis yang dimiliki RSKD juga ikut ditanyakan. Namun menurut Ridwan fasilitas itu belum banyak dimanfaatkan. "Coba itu dimanfaatkan, padahal itu uang semua kalau dimanfaatkan," tuturnya.
Suwarna juga melihat kondisi dinding dan beberapa lantai yang sangat kotor. Selain itu, ada juga atap rumah sakit yang bocor, sehingga lantainya pun sedikit berlumut. Kabel-kabel billing system yang terpasang kurang rapi di bagian plafon rumah sakit juga menjadi sorotan. "Kabel ini nggak bisa dirapikan ya? Kok gedungnya begini amat sih," ucap Suwarna yang tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.
RSKD memang belum sepenuhnya menjadi rumah sakit swadana, karena masih diberikan subsidi Rp1 miliar untuk gaji pegawai serta untuk membantu pasien yang kurang mampu.
Naik ke lantai dua RSKD, di bagian ruang rawat persalinan, Suwarna menjumpai seorang ibu pedagang asongan yang menjual minuman di teras ruang rawat inap.
"Siapa yang izinkan ibu jualan di sini?" tanya Suwarna. Si pedagang pun gugup menjawabnya. "Nggak ada pak, tapi bapak itu tahu kok saya jualan di sini. Saya jualan pagi aja, nggak sampai siang," ujarnya seraya menunjuk salah seorang staf bagian umum RSKD.
"Mana ada, saya nggak mengizinkan kok," ujar staf tersebut sengit.
"Ibu bayar berapa supaya bisa masuk sini, ibu nggak usah takut, sebutkan saja," tanya Suwarna makin penasaran. "Nggak ada pak, saya jualan pagi aja kok. Kalau siang malah lebih banyak," jawab si pedagang yang membuat Suwarna makin kecewa.
"Nggak ada yang izinkan pak, sudah dibuatkan larangan. Tapi mereka suka lari kalau dikejar," tambah staf bagian umum tersebut.
Suwarna pun terus menyusuri lorong rumah sakit yang diresmikan penggunaannya 21 April 1997 silam. Sampah yang mudah berserakan dijumpai di beberapa lorong yang dilalui gubernur beserta rombongan.
"Kalau bisa kucing juga jangan dibiarkan keliaran di sini, nanti bawa penyakit," tegur Suwarna spontan saat melihat kucing berkeliaran di ruang rawat inap pasien.
"Saya bukan membanggakan Jusuf SK, tapi memang dia itu hebat menata rumah sakit. Coba tiru yang seperti itu," saran Suwarna kepada Ridwan seraya menyebut nama Walikota Tarakan dan mantan Direktur RSU AW Sjahranie Samarinda itu.
"Coba berikan kesan yang enak pada pasien, buatkan taman yang bagus," ujarnya kemudian.
"Saya kasih waktu 3 bulan. Kalau saya kemari saya lihat harus bersih," tegas Suwarna memberikan peringatan kepada Ridwan Masrun dan jajaran manajemen rumah sakit lainnya.
Menurut Subandi, bangunan RSKD memang belum pernah direhabilitasi total. Kalaupun ada hanya sebatas pemeliharaan ringan dengan dana Rp103 juta per tahun. Ia juga membenarkan rusaknya pengaduk air limbah. Akibatnya sementara ini limbah dibuang secara alami. Sementara untuk limbah padat dilakukan pembakaran hingga menjadi debu.Disinggung mengenai biaya pemeliharaan, rata-rata tiap tahun mendapat dana Rp1 miliar.
Rumah sakit bantuan bank dunia yang memiliki 41 dokter spesialis, 33 dokter umum dan 260 tenaga paramedis ini diharapkan gubernur bisa berubah total dalam jangka waktu 3 bulan. Meski bisa menghasilkan pendapatan bagi daerah Rp2 miliar per tahun, tapi itu tak membuat Suwarna puas jika kondisi rumah sakit kelewat menyedihkan.
"Saya belum puas dengan kebersihan dan ketertiban rumah sakit ini. Mestinya RSKD ini bisa menyenangkan pasien, tapi orang kok jualan bebas di dalam rumah sakit. Sepertinya pasiennya kurang terkontrol," komentar Suwarna.
Ia menyuruh Ridwan belajar dengan rumah sakit yang lebih maju.
Lalu bagaimana jika Ridwan Masrun tak sanggup menjalankan permintaan gubernur? "Ya nanti akan diberikan sanksi," tegasnya tanpa menyebut sanksi apa yang akan diberikan kelak. Lalu bagaimana dengan permintaan dana Rp2 miliar dari pihak rumah sakit untuk biaya perbaikan? "Perencanaannya saja belum diajukan, bagaimana bicara soal dana," ujar Suwarna. (eff)

Tuesday, June 22, 2004

<center>IN MY PLACE





RITUAL DUA MINGGUAN...

Bangun pagi lagi oahhh rasanya gue masih ngantuk tadi malam abis nonton bola untung tim favorit gue inggris menang hore..walaupun permainannya bikin deg-deg tapi untung ada bang rooney dari everton yang bisa membalikkan keadaan

Ngomong-ngomong soal bangun pagi sepertinya gue bukan typical orang suka bangun bagi cuma keadaan yang membuat gue mau nggak mau harus bangun pagi schedule kerja gue disini six to six alias jam 6 pagi sampai jam 6 sore jadi biasanya jam setengah enam gue harus bangun mandi sarapan stand by lagi di clinic sebenarnya sih bisa aja gue bangun agak siang tapi kadang bos gue suka cek and ricek kayak di rcti aja..
khan nggak enak kalau bos datang gue masih tidur

Ntar jam sembilan pagi coffee time jam setengah duabelas makan siang jam tiga sore coffee time lagi jam empat menyiapkan peralatan mancing untuk jadi nelayan dulu sampai jam setengah enam selesai jadi nelayan mandi kemudian makan lagi..jam setengah delapan malam kongkow-kongkow di recreation room sambil main football tahu football ngak?
itu loh permainan yang sering dimainkan joey and chandler versus monica yang mana joey and chandler nggak pernah menang lawan monica dalam serial friends
abis main football jam duabelas kembali ke peraduan alias bobok dan sekaligus bermimpi semoga hari cepat berlalu...

Monday, June 21, 2004

DO NOT TO DO HARM..

Temans udah baca dong posting yang gue kutip dari kompas hari ini miris juga ya membacanya bagaimana kalau kejadian itu terjadi pada kita pasti deh kita akan bersikap hal yang sama namun perlu diingat bahwa setiap cerita itu selalu ada dua sisi sama seperti mata uang tergantung bagaimana kita memandangnya aja tapi setiap kejadian harus ada reasonnya

Gue banyak melihat kejadian seperti itu terjadi disekitar gue karena gue pernah di emergency room selama 3 tahun dan kejadian terakhir paling "heboh" Dr Bedah salah melakukan operasi maksud gue salah orang gitu..seharusnya dia
melakukan tindakan operasi untuk anak umur 6 tahun ehh yang dioperasi anak umur 11 tahun setelah dilakukan investigasi dia salah masuk kamar operasi(OK)konyolnya lagi dia lupa nama pasiennya saran gue seharusnya dia beli PDA supaya nggak lupa...

Hal tersebut menggambarkan sering kali kita lupa atau memandang remeh hal-hal yang kecil padahal yang kelihatannya kecil itu bisa berdampak besar lihat aja api..api selalu mulai dari yang kecil ngak ada tiba-tiba menjadi besar emang nenek juga tahu he.he.

Menurut gue pribadi dokter tersebut lupa ia merasa tindakan bedah tersebut adalah pekerjaan yang rutin dia kerjakan tiap hari dengan ketrampilannya yang beliau miliki beliau merasa tidak akan ada masalah tapi malah hal kecil yang membuat dia "merugikan"
orang lain beliau tidak melakukan tindakan "think your self before you do anything" seperti slogan ditempat gue kerja

Pesan gue bila kita terpaksa harus mengalami tindakan operasi mudah-mudahan jangan ya
tidak usah ragu untuk minta informasi yang jelas kepada dokter yang bersangkutan dan jangan lupa minta second opinion...


TERJADI LAGI...

Mugiharto melaporkan sejumlah dokter Rumah Sakit (RS) Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, ke Polda Metro Jaya, Jumat (18/6), dengan tuduhan melakukan kelalaian (malpraktik) ketika merawat Latifah, anak Mugiharto. Latifah, berumur lima tahun, meninggal dunia pada 17 Maret lalu setelah ditangani oleh beberapa dokter di RS itu.

Menurut Mugiharto, kasus itu berawal ketika Februari 2004 keluarganya menemui dokter Bambang yang sering merawat anaknya. Bambang mengatakan, anaknya memiliki gejala usus buntu. Mugiharto mengemukakan, sebelumnya anaknya sudah terkena demam, dan saat diambil sampel darahnya, ternyata terkena demam berdarah.

Korban lalu dirawat di RS Haji Pondok Gede atas anjuran Bambang yang berparktik di RS tersebut. Pada 29 Februari, dokter Bagus, ahli bedah RS tersebut mengunjungi Latifah dan menyatakan, kalau trombosit Latifah normal, anak itu harus segera dioperasi. Kalau tidak, bisa berakibat lebih parah.

Pada 9 Maret 2004, Bagus mengecek dan menilai korban layak dioperasi karena kondisinya sudah membaik. Bagus meminta persetujuan melakukan operasi. Mugiharto mendengar, dokter Bambang, ahli anak, kaget dan kurang berkenan dengan tindakan medis tersebut. Namun hal itu hanya diutarakan kepada perawat saja.

Akhirnya, kata Mugiharto, operasi dilaksanakan tanggal 10 Maret, dan sempat tertunda selama tiga jam. Hingga 11 Maret korban belum sadar. Dokter Gusti, spesialis syaraf, menilai bahwa pada batang otak korban terdapat cairan yang menyumbat dan katanya ada kemungkinan korban sebelumnya pernah mengalami benturan hingga lambat sadar.

Mugiharto heran terhadap perkembangan kesadaran anaknya pada beberapa hari kemudian. Ia melihat ada luka baru pada kaki kanan, tepatnya dekat mata kaki terdapat benjolan seperti terkena panas melepuh berisi cairan.

Dokter Bambang sempat berkata pada Mugiharto bahwa kondisi anaknya parah dan belum ada tanda-tanda untuk membaik. Latifah akhirnya meninggal pada tanggal 17 Maret 2004. Mugiharto merasa dirugikan oleh penanganan dokter di RS Haji tersebut. Ia melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. (Ant/Egi)

sumber kompas