Image hosted by Photobucket.com

Friday, October 08, 2004

JODOH TAK LARI KEMANA..

Beberapa hari ini gue berada disuatu keadaan dimana gue merasa begitu lemah dan tertekan. Duh..betul-betul sangat tidak menyenang, perasaan kuatir membuat seakan-akan gue melihat sebuah batu besar yang menghalangi langkah gue, perasaan takut membuat kepercayaan diri berkurang, semangat dan motivasi pun menjadi redup.Tetapi hal positifnya saat-saat seperti itu, gue mendapatkan suatu "pengalaman" baru bahwa perasaan lemah dan tertekan membuat gue terdorong untuk lebih tergantung kepada Yang Maha Kuasa...

Suatu pagi kebetulan gue "menangkap" kegalauan hati seorang SAHABAT. Disadari atau tidak di masyarakat masih ada anggapan bila seseorang yang sehat walafiat dan "cukup dewasa" serta memiliki pekerjaan menetap harus sudah menikah. Kalau belum menikah dianggap suatu "aib" *bahan ledekan* Padahal anggapan tersebut keliru. Menikah bukan soal harus atau tidak, tetapi soal hak asasi setiap orang. Menikah juga bukan soal aib atau tidak tetapi soal jalan dan panggilan hidup dari Tuhan buat setiap orang. Akan tetapi ada juga orang yang bukannya tidak mau menikah, mau sih mau mendapat jodoh tetapi tidak dapat-dapat. Ada saja penghalangnya. Bisa jadi mungkin karena terlau memilih; ukuran yang dipatok ketinggian. Ada orang bilang memilih jodoh ibaratnya seperti menunggu bis kota dihalte. Saat bis pertama lewat, wah bisnya jelek mana kotor lagi, tidak jadi naik. Bis kedua lewat, wah sopirnya tidak menyakinkan, tidak jadi naik. Bis ketiga lewat, wah sumpek tidak ada ACnya, juga tidak jadi naik. Kebanyakan "wah ini-itu" akhirnya malah tidak jadi naik bis; tetap tinggal di halte...*kasihan*

Atau bisa saja karena kurang berusaha; pasif dan hanya menunggu, kurang membuka diri. Kalau ini penyebabnya maka perlu disadari jodoh tidak selalu datang sendiri kadang perlu juga usaha. Jadi tidak perlu merasa rendah diri kalau memang harus "berburu jodoh" asal jangan menghalalkan segala cara...

Atau mungkin karena takut karena faktor "ekonomi", merasa belum siap, jadi pertanyaan siapnya kapan ya? apakah sampai punya sebuah rumah mewah atau sebuah mercedes C 180. Wah kalau berpikir seperti itu jangan-jangan baru usia diatas 40 tahun baru menikah. Atau mungkin pemikirannya terlalu berorientasi dan terarah pada diri sendiri *egosentris* sehingga tidak mau untuk "berbagi" dengan orang lain..

Well sekarang saatnya kita mengalahkan "perasaan-perasaan" seperti itu disini. Karena kalau tidak "perasaan-perasaan" itu akan selalu mengikuti kemana saja langkah kita dan selalu menghantui kita.. *ngomong mudah ngelakuin susah*


Sunday, October 03, 2004

MASA DEPAN..

Sudah beberapa hari ini gue merasa kegelisahan yang luar biasa, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, malas untuk melakukan aktivitas. Gue sendiri nggak tahu apa sebabnya! hal yang seperti ini yang membuat gue bingung sendiri, karena gue nggak tahu apa yang menjadi persoalan. Semuanya tampak berjalan seperti biasa saja, ya boleh dibilang normal-normal aja tidak ada masalah tapi kok gue merasa gelisah. Apa ya yang jadi masalah?. Perasaan seperti ini harus dicari solusinya secara segera kalau nggak bisa naik berat badan gue..sekedar info gue punya kebiasaan jelek yaitu kalau merasa gelisah bawaanya makan melulu...

Menurut ilmu psikiatri semua kumpulan simptom yang gue alami itu dikenal sebagai tanda-tanda stress dini tapi yang bikin gue bingung apa yang menjadi sumber dari stress gue ini? Weks..gue lupa! khan waktu dulu belajar psikiatri dikatakan bahwa sebagian besar orang yang menderita stress sering kali mengakui bahwa hidupnya berjalan biasa-biasa saja atau normal-normal saja dan sering tidak mengetahui sumber dari stressornya.. *sigh* kalau gitu gue stress dong!!

Mungkin gue mengalami juga yang disebut kemunduran rohani. Sudah cukup lama gue tidak menyediakan waktu untuk menyapa DIRINYA, membaca dan merenungkan surat cintaNYA serta mengutamakan DIRINYA dalam kehidupan gue. Yeah.. dunia itu seperti aliran sungai yang deras yang selalu membuat kita mengalir bersamanya yang pada akhirnya akan menghanyutkan bahkan mungkin menenggelamkan diri kita... sebagai contoh: kesibukan dan tekanan kehidupan sering membuat kita lupa untuk menyediakan waktu untuk berbicara denganNYA atau pun menyelidiki firmanNYA. Atau mungkin juga perasaan nyaman karena terpenuhinya semua kebutuhan jasmani yang membuat kita lupa..

Btw setelah gue analisa ternyata stressornya adalah rasa TAKUT..
Makin bertambahnya usia ternyata semakin besar juga beban dan tanggung jawabnya. Waktu masih abg, gue selalu berpikiran "have fun" atau berpikir kita lihat aja nanti, biarkan semuanya mengalir, ya dalam benak gue saat itu terekam bahwa "kehidupan" itu sederhana! ternyata dengan bertambahnya usia timbul kesadaran bahwa kehidupan itu tidak sederhana! kehidupan itu kompleks!

Banyak pertanyaan muncul dalam pikiran gue: bagaimana bila harus menikah? bagaimana "me-manage" sebuah perkawinan? bagaimana mengurus anak? bagaimana memenuhi kebutuhan rumah tangga? bagaimana ini? bagaimana itu? selalu terngiang-ngiang dalam telinga gue..*fellaz bagi kiatnya dong*

Ya... gue takut akan masa depan, takut bila nantinya tidak berjalan sesuai dengan harapan gue, takut bila tiba saatnya gue tidak mampu mengendalikan "kehidupan" itu. Hmm..ternyata rasa takut itu benar-benar menghantui pikiran gue sehingga bermanisfestasi dalam kegelisahan gue saat ini. Ketakutan membuat gue kehilangan fokus, ketakutan membuat gue tidak sadar akan keberadaan Yang Maha Tinggi, membuat gue lupa untuk menyerahkan sepenuh hati kehidupan gue kedalam tanganNYA. Karena dia Maha Kuasa: IA mengendalikan dan mengatur segala sesuatu yang terjadi didunia ini, Ia Maha Tahu tiada satu hal pun yang dapat terjadi tanpa sepengetahuan dan seijinNYA, dan dia adalah Tuhan yang maha kasih: setiap saat IA berusaha melakukan yang terbaik bagi kita....Ahhh terima kasih TUHAN.