Image hosted by Photobucket.com

Thursday, September 30, 2004

PUSKESMAS KELILING..

Dua hari yang lalu ketika gue baru bangun tidur tiba-tiba telephone berdering rupanya itu telephone dari control room yang memberitahu bahwa ada orang sakit di salah satu kapal yang mensupport kegiatan rig disini. Kemudian gue standby di main deck untuk menunggu "Taxi" untuk di pindahkan ke kapal itu. "Taxi " ini merupakan salah satu alat angkut untuk memindahkan orang atau barang dari dan ke rig ini, berhubung rig ini tingginya kurang lebih 25 meter. Sebenarnya "Taxi" maksud gue adalah personal basket yang bisa muat empat orang yang digantungkan atau ditarik oleh crane. Sesampainya gue di kapal tersebut gue diajak menemui kapten kapal yang berkewarganeraan salah satu negara pecahan dari Yugoslavia...

Setelah tugas gue sebagai dokter "puskesmas keliling" selesai, langsung aja gue cabut untuk kembali ke rig. Sambil meluangkan waktu menunggu proses penjemputan, gue sempat "curhat" dengan beberapa ABK *anak buah kapal* buset ternyata schedule mereka tiga bulan on duty satu bulan off duty, kalau gue kayak begitu sih mana tahaaaannnn..Salut gue sama mereka-mereka ini. Btw gue juga bertanya bagaimana mereka mengatasi hasrat biologisnya maklum karena mereka rata-rata sudah berkeluarga. Ternyata jawaban mereka hampir seragam mereka menyalurkannya "ketempat lain" kalau punya uang, nah kalau nggak punya uang terpaksa self service....

Mendengar "curhatan" mereka, ingatan gue langsung terbayang beberapa waktu yang lampau saat gue terpaksa "over night" di salah satu hotel di balikpapan. Waktu itu menunjukkan pukul sembilan malam tiba-tiba kamar gue diketuk secara perlahan, kemudian dengan rasa malas gue berdiri untuk membukakan pintu dan walaahhh... seorang wanita dengan senyum menggoda berdiri didepan pintu kamar gue. Tubuhnya dibalut oleh pakaian super ketat *full pressed body* wajahnya enak dilihat, bodynya oke, cuma sayang tidak "proposional" karena sepertinya bra yang dia gunakan ukuran 34 D.. dia bertanya:
"apakah mas sendirian disini?"
"ia saya sendirian disini" sahutku.
"boleh saya temenin" tanyanya.
"boleh saja! tapi saya nggak punya uang"kataku terus terang.
"no money no love! katanya......
Singkat cerita akhirnya gue berhasil mengusir wanita tersebut tapi jujur saja sepersekian detik di pikiran gue "wondering" kok bisa perawakannya kecil tapi branya ukurannya kira-kira 34 D, jadi "curious" dibalik branya itu "true or fake" ya he.he.he. Semenjak saat itu kalau tidak terpaksa gue tidak mau nginep dihotel sendirian lebih baik dirumah saudara sendiri walaupun gue harus tidur dikursi ruang tamu..


Sunday, September 26, 2004

TOPENG..

Beberapa hari ini gue melihat perubahan sikap salah seorang teman disini *crew catering* Awalnya, diwajahnya selalu berseri-seri bila ia melihat mbak sinta *bukan nama sebenarnya* satu-satunya engineer wanita di rig ini, apapun yang mbak sinta inginkan *order makanan* selalu dilakukannya walaupun makanan yang dipesan oleh mbak sinta tidak ada dalam daftar menu, keadaan seperti ini yang suka bikin tukang masak *koki* jadi sedikit kesel karena menambah beban kerja mereka. Setiap hari ia berusaha untuk melakukan yang terbaik buat mbak sinta, wajah sumringah dan senyum selalu menghiasi wajahnya bila ia sedang bertatap muka dan berbicara dengan mbak sinta. Sangat terlihat ia berusaha mencuri perhatian mbak sinta, kalau gue lihat mbak sintanya sih assik-assik aja, mungkin aja dalam hatinya mbak sinta tahu bahwa teman yang satu ini berusaha mencuri hatinya! maklum intuisi seorang wanita itu sangat tajam.Tapi begitu dia mendengar kabar bahwa mbak sinta akan cuti untuk mempersiapkan pernikahannya langsung aja sikapnya berubah 180 derajat tidak tampak lagi wajah sumringah dan senyum yang selalu menghiasi wajahnya bila bertatap muka dengan mbak sinta, dan saat ini tidak ada lagi perlakuan istimewa yang didapatkan lagi oleh mbak sinta........

Sifat manusia itu unik susah ditebak, senang berpura-pura atau boleh dibilang senang menggunakan ToPeng apalagi dalam hubungan percintaan dulu waktu pacaran kalau kaki sang pacar terantuk batu sang pangeran akan berkata "Aduh sakit ya, hati-hati kalau jalan (sambil membelai kaki sang kekasih). Tapi kalau sudah menikah berkata "Matamu dimana sih! Jalan saja tidak bisa" (dengan cuek).

Dalam lingkungan pekerjaan, manusia secara sadar ataupun tidak sadar sering juga mengunakan ToPeng misalnya: banyak hal yang dilakukan untuk memberi kesan bahwa kita orang yang sibuk, orang yang banyak kerjaan walaupun kenyataannya tidak ada yang harus kita kerjakan. Karena kalau tidak berlagak seperti itu bos akan bilang Go To Hell..

Dalam lingkungan pergaulan pun manusia juga senang menggunakan topeng untuk membentuk citra dirinya yang mungkin maksudnya agar lebih mudah diterima oleh lingkungan pergaulan tersebut kali ye. Takut dibilang nggak assik! takut dibilang nggak gaul! takut dibilang kuper! yang pada akhirnya mungkin kata-kata tersebut bisa melukai harga dirinya. Dan biasanya kalau harga diri udah terluka akan muncul tindakan yang tidak rasional atau malah mungkin malah mengarahkan manusia tersebut kepada perbuatan yang anarkis.

Sekali lagi disadari atau tidak pun manusia sering memiliki standar ganda dalam bersosialisasi misalnya kalau berhadapan muka dengan seseorang yang tidak disukai dia berlaku manis kepada orang tersebut tapi begitu orang tersebut tidak ada mulailah dia berkata hal-hal tidak baik akan orang tersebut atau contoh lain kalau dengan orang yang jabatan atau status sosial diatas lebih tinggi dari pada kita, kita berbicara santun dan sambil menundukkan kepala, menatap matanya pun kita segan tapi coba kalau sama orang yang jabatan maupun status sosial lebih rendah sering kali kita berkata ketus sambil mengangkat wajah kita dan sambil melotot pula. Kalau tidak percaya coba deh main-main ke sebuah institusi pemerintah apakah rumah sakit, bank, kantor lurah, kantor walikota, kantor imigrasi, kantor catatan sipil dengan "penampilan luar" yang berbeda kita pun mendapatkan perlakuan yang berbeda pula. Apa lagi kalau ketemu pak satpam malah lebih galak pak satpam dari pada ownernya (pengalaman pribadi) *catet tidak semuanya begitu lho*. Btw gue jadi ingat waktu jaman kuliah dulu *co-ass* waktu itu ada kata-kata yang jadi "trendsetter" diantara kita yaitu kata RJP *artinya bukan Resusitasi Jantung Paru* melainkan Raja Jilat Pantat kata-kata ini ditujukan kepada orang yang suka cari muka sama dosen-dosen penguji biar nilainya bagus karena pendidikan gue waktu itu penilaian kelulusan kita sangat-sangat subyektif. Untung gue nggak termasuk "gerombolan" RJP...

Huhhh *menghela napas* gue pikir manusiawi kalau manusia melakukan hal itu walaupun sering kali menimbulkan konflik dalam batin. Situasi dan kondisilah yang kadang membuat manusia menggunakan ToPeng kehidupan.Keadaan!! sering kali memaksa manusia itu sulit menjadi dirinya sendiri. Mungkin seperti kata mbak nicky astria dunia ini panggung sandiwara setiap kita dapat satu peranan yang harus kita mainkan, ada peran yang wajar ada peranan berpura-pura....

Terlintas pertanyaan dalam hati gue manakah yang lebih utama menyenangkan hati diri sendiri atau menyenangkan hati orang lain? sebuah pilihan yang sulit karena kedua-duanya menimbulkan konsekuensi yang harus ditanggung, kalau kita menjadi "diri sendiri" akibatnya malah membuat orang lain jadi sakit hati atau tersinggung, tapi kalau tidak jadi "diri sendiri" malah bisa bikin tidak bisa tidur. Ahh..dalam kehidupan nyata ternyata tidak mudah ya jadi diri sendiri.