Image hosted by Photobucket.com

Thursday, September 23, 2004

ASMARA TAK SAMA DENGAN LOGIKA..

Dua hari yang lalu gue masuk ke recreation room disitu ada beberapa pasang mata sedang menonton TV yang memutar film triple X, sebenarnya dalam hati tertarik juga untuk ikut duduk menonton disitu.Tapi untuk jaga image beberapa detik kemudian gue langsung keluar meninggalkan ruangan itu tapi sebelumnya gue sempat bertanya siapa yang punya film tersebut, maksud gue nanti aja gue pinjam dan nonton sendiri di kamar ya sedikit munafik *muka nabi fikiran kotor*. Mengapa gue tertarik mau nonton film ini karena film itu yang bikin anak bangsa sendiri yang saat ini sedang heboh di wilayah jakarta dan sekitarnya. Ada yang bilang judulnya honeymoon, ada juga yang bilang bandung lautan asmara ke dua, tapi waktu gue lihat filmnya sang sutradara atau directornya memberikan title BELUM ADA JUDUL...

Filmnya dicapture dengan menggunakan handycam di sebuah motel kalau nggak salah nama motelnya nice green ehh salah maksud gue nama motelnya green hill. Ya filmnya mirip-mirip dengan film triple X yang dibuat oleh mahasiswa itenas dulu *bandung lautan asmara*.

Dalam hati gue bertanya apakah mereka ini sepasang suami-isteri? atau sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara? kalau sepasang suami isteri gue pikir kenapa harus di motel? apa nggak bisa bikin dirumah aja atau mungkin dirumah nggak bebas kali ye dan iseng banget bikin film kayak begini! apa untuk sekedar mencari variasi tapi menurut gue sih variasi kayak gini sih kebablasan..akhirnya malah jadi konsumsi publik. Gambaran yang gue tangkap dari film tersebut sepertinya mereka sepasang kekasih mengapa gue berasumsi mereka sepasang kekasih karena mereka terlihat mesra dan kayaknya mereka sudah lama saling mengenal nggak seperti film STT TELKOM yang aktornya,aktor bayaran.Dan yang bikin gue yakin mereka sepasang kekasih adalah tidak adanya pihak ketiga dikamar tersebut yang mengcapture gaya-gaya mereka dalam melakukan hubungan intim *maaf kalau salah*.

Jadi pertanyaan gue kalau mereka sepasang kekasih mengapa mereka buat film kayak begini? apa buat koleksi? apa sekedar iseng? atau apa salah satu dari mereka ini memiliki masalah kejiwaan "eksibionisme" suka mempertontonkan auratnya? tapi mungkin juga awalnya sekedar untuk koleksi dan iseng namun karena ulah orang-orang yang tak bertanggung jawab malah jadi konsumsi masyarakat luas.

Btw gue pernah bertanya kepada beberapa orang: apakah cinta identik dengan pengorbanan? ada menjawab pengorbaan adalah nyawa dari cinta! ada juga yang menjawab dalam cinta tidak ada pengorbanan yang ada adalah keikhlasan! ada pula yang menjawab pengorbanan dalam cinta ibaratnya kita memberikan hadiah kepada pasangan kita! Kalau memang begitu sampai batas mana toleransi pengorbanan atas nama cinta itu kita berikan. Kalau seperti film triple X diatas sih artinya ASMARA TAK SAMA DENGAN LOGIKA.....