JODOH TAK LARI KEMANA..Beberapa hari ini gue berada disuatu keadaan dimana gue merasa begitu lemah dan tertekan. Duh..betul-betul sangat tidak menyenang, perasaan kuatir membuat seakan-akan gue melihat sebuah batu besar yang menghalangi langkah gue, perasaan takut membuat kepercayaan diri berkurang, semangat dan motivasi pun menjadi redup.Tetapi hal positifnya saat-saat seperti itu, gue mendapatkan suatu "pengalaman" baru bahwa perasaan lemah dan tertekan membuat gue terdorong untuk lebih tergantung kepada Yang Maha Kuasa...
Suatu pagi kebetulan gue "menangkap" kegalauan hati seorang SAHABAT. Disadari atau tidak di masyarakat masih ada anggapan bila seseorang yang sehat walafiat dan "cukup dewasa" serta memiliki pekerjaan menetap harus sudah menikah. Kalau belum menikah dianggap suatu "aib" *bahan ledekan* Padahal anggapan tersebut keliru. Menikah bukan soal harus atau tidak, tetapi soal hak asasi setiap orang. Menikah juga bukan soal aib atau tidak tetapi soal jalan dan panggilan hidup dari Tuhan buat setiap orang. Akan tetapi ada juga orang yang bukannya tidak mau menikah, mau sih mau mendapat jodoh tetapi tidak dapat-dapat. Ada saja penghalangnya. Bisa jadi mungkin karena terlau memilih; ukuran yang dipatok ketinggian. Ada orang bilang memilih jodoh ibaratnya seperti menunggu bis kota dihalte. Saat bis pertama lewat, wah bisnya jelek mana kotor lagi, tidak jadi naik. Bis kedua lewat, wah sopirnya tidak menyakinkan, tidak jadi naik. Bis ketiga lewat, wah sumpek tidak ada ACnya, juga tidak jadi naik. Kebanyakan "wah ini-itu" akhirnya malah tidak jadi naik bis; tetap tinggal di halte...*kasihan*
Atau bisa saja karena kurang berusaha; pasif dan hanya menunggu, kurang membuka diri. Kalau ini penyebabnya maka perlu disadari jodoh tidak selalu datang sendiri kadang perlu juga usaha. Jadi tidak perlu merasa rendah diri kalau memang harus "berburu jodoh" asal jangan menghalalkan segala cara...
Atau mungkin karena takut karena faktor "ekonomi", merasa belum siap, jadi pertanyaan siapnya kapan ya? apakah sampai punya sebuah rumah mewah atau sebuah mercedes C 180. Wah kalau berpikir seperti itu jangan-jangan baru usia diatas 40 tahun baru menikah. Atau mungkin pemikirannya terlalu berorientasi dan terarah pada diri sendiri *egosentris* sehingga tidak mau untuk "berbagi" dengan orang lain..
Well sekarang saatnya kita mengalahkan "perasaan-perasaan" seperti itu disini. Karena kalau tidak "perasaan-perasaan" itu akan selalu mengikuti kemana saja langkah kita dan selalu menghantui kita.. *ngomong mudah ngelakuin susah*