Image hosted by Photobucket.com

Thursday, November 04, 2004

HABIS INI MAU KEMANA..

West Alliance Released Early from Unocal Contract
Unocal Indonesia has notified Smedvig that they will exercise their right to terminate the contract for the semi-tender West Alliance, effective from mid December 2004.West Alliance is contracted for production drilling on the West Seno field offshore Indonesia, currently operating on the TLP A platform. The contract also included drilling from the TLP B platform. However, due to postponement of TLP B, West Alliance will be released after completion of the drilling program on the West Seno TLP A....

''Mas kalau kontrak West Alliance habis, mau kemana? tanyaku.
"Ya terpaksa deh jadi bambungan lagi" jawabnya...
Well memang beberapa minggu ini "awan kegerahan" melingkupi para pekerja di west alliance ini dikarenakan dalam hitungan bulan kontrak kerja mereka akan habis. Boleh dibilang masa bulan madu sudah akan berakhir harus siap- siap menghadapi suatu masa dimana sebagian besar waktunya akan di habiskan di rumah alias jobless duh miris juga dengarnya. Apalagi uang pesangon yang mereka terima tidak seperti yang diterima oleh pegawai BPPN yang kemarin diputus kontraknya mungkin seperseratusnya kali ya...

Itulah salah satu potret perusahaan di indonesia menganggap bahwa pekerja bukan sebagai aset melainkan sapi perahan yang bisa diperas tenaganya.Terus terang pekerjaan mereka sangat berat schedule kerjanya saja 12 jam sehari tidak kenal siang dan malam libur atau tidak mereka tetap bekerja. Yang konyolnya bayaran mereka tetap sama walaupun mereka bekerja pada hari libur nasional tidak ada itu yang namanya overtime. Hari libur atau tidak siang atau malam bila sudah waktunya tiba mereka harus tetap bekerja. Menurut saya mereka ini layak disebut "pahlawan" kali ya..karena mereka menghasilkan sumbangan devisa negara yang terbesar...

Banyak orang bilang kerja di rig itu seperti telur diujung tanduk karena kalau tidak rignya yang habis ya orangnya yang habis. Saya pikir analogi ini cocok juga karena bagi pekerja di offshore sewaktu-waktu mereka bisa kehilangan pekerjaan. Apa lagi kalau perusahaannya "brengsek" yang cuma memikirkan untungnya saja tidak ingat akan jasa-jasa pekerjanya. Padahal karena peran aktif mereka juga sehingga perusahaan bisa menghasilkan keuntungan. Ya mau bagaimana lagi memang kondisinya seperti itu pekerja selalu saja berada di posisi yang lemah sehingga ada yang bilang makanya jangan mau jadi pekerja jadilah pemilik perusahaan...

Hal seperti juga menyulitkan juga bagi gue karena keadaan seperti ini membuat mereka kurang berkonsentrasi dalam pekerjaannya, ya maklum aja karena dalam benak mereka timbul pertanyaan habis kontrak mau kerja dimana lagi. Dan kurang konsentrasi biasanya merupakan pintu masuk terjadinya accident dan accident membuat gue harus bekerja hahaha..*ketawa ngakak* sebenarnya bukan menangani accident yang repot tetapi bikin laporannya yang repot udah gitu akan banyak pertanyaan dari sana dan sini yang betul-betul menyita perhatian gue. Mau tidak mau gue harus banyak berdoa nih supaya jangan ada accident alias jangan ada pasien, ternyata doa gue saat lagi kerja di rig bertolak belakang dengan saat gue didarat. Kalau doa gue waktu on duty berdoa yang "baik" semoga jangan ada yang sakit tapi saat gue off duty berdoa yang "kurang baik" semoga banyak yang sakit *becanda mode on*...